Jumat, 12 Februari 2010

Surat lamaran menikah


SURAT LAMARAN NIKAH

Untuk IND yang selalu tersenyum
Assalmualaikum wr wb

Yang terhormat ;
calon istriku, ibu dari anak-anakku, wanita sholihah untuk keluargaku, pengurus rumah indah kita.

Sebelum engkau robek atau bakar tulisan ini, sudilah engkau sempatkan membacanya sampai selesai tulisannya.
Aku hanya lelaki yang tidak begitu pandai dalam mengerti keinginan seorang wanita
Tapi aku akan berusaha mengerti keinginanmu
Bantulah aku yang lemah ini untuk mengerti keinginananmu

Aku tidak punya kekayaan yang banyak
Sebuah motor hasilku bekerja saja yg ku miliki saat ini
Tapi aku akan berusaha memiliki yang lain bila engkau berkenan membantuku

Saat ini aku hidup seorang diri menjalani kerja di kota jauh dari tempatmu
Tidak punya tempat tinggal sendiri hanya kontrak rumah petak
Tapi suatu kita aku berharap supaya istri, anak – anakku tidak kepanasan dan kehujanan dengan rumah yang bisa ku bangun dengan keringatku.

Aku bekerja dibidang pengembangan sumber daya manusia
Alhamdullillah aku merasa cukup dan menikmatinya
Tapi aku tidak tahu kalau suatu saat aku dihentikan oleh perusahaan
Mungkin engkau akan merasa kecewa dan menderita
Tapi aku yakin aku bisa bangkit karena ALLOH menjadi tuhanku

Aku tidak bisa berjanji akan bisa membahagiakanmu selama bersamaku
Hanya hati ikhlasku yang selalu mendoakanmu
Semoga ALLOH cukup memberi harapan itu

Tak ada perhiasan aku punya untuk menyenangkanmu
Hanya usahaku untuk bisa mewujudkan itu…dan aku tidak menjajikan padamu
Ini lelaki yang melamarmu dengan banyak kekurangan yang tak tersebut disini

Selama masih ada waktu maka doa – doa dan harapan  aku coba semampuku untuk engkau,
Semua terserah padamu karena engkaulah yang memiliki hati dan kesediaan menjadi calon pendamping hidup untuk agamaku, duniaku dan setelahnya itu….
Aku tidak menjanjikan apapun padamu karena semua yang gaib adalah milik ALLOH semata.
Aku akan berusaha untuk menjalani hidup ini lebih baik saja.

Tak perlu terburu – buru kau memutuskan ini, istikhrohlah terlebih dahulu, bila engkau telah tenang hati kabari aku tentang keputusan yang kau dapat dari petunjuk ALLOH itu.
Aku percayakan semua keputusanmu adalah dari-Nya.

Wassalamualaikum wr wb
Lelaki yang tersenyum padamu

By The US H

Sabtu, 23 Januari 2010

DAMAIKAN HATIMU DENGAN TAKDIR-NYA

bukan hal yang mudah meredakan rasa sakit dalam hati kita, entah karena sebab apapun itu tetap saja kita sulit menerima keadaan. betapapun perasaan selalu menerimanya akan tetapi masih ada hal yang membuat kita berusaha menentang sebuah ketentuan sang pencipta. baik mari kita coba belajar bersama mengapa kita belum bisa menerima sakit hati karena suatu keadaan
  • putus dengan orang tercinta : bisa berarti putus cinta, ditinggal menikah, meninggal, selingkuh dll, begitu terasa sakitnya saat itu hingga beberapa waktu kemudian, yakinlah bahwa perasaan kehilangan merupakan salah satu bukti bahwa kita manusia tentunya tak berarti semudah membalikkan telapak tangan apalagi jalinan cinta itu telah lama terjalin. perlu sekali kita menata kemabali niat awal membina hubungan, walaupun niat serius ke jenjang rumah tangga telah terkonsep bersama tapi bila ALLOH SWT berhendak lain, mau apa kita? bukan masalah mau apa kita, tetapi perlu diperjelas disini bahwa apa yang kita hadapi sesungguhnya ada 2 kemungkinan, pertama - Alloh memberikan itu sebagai wujud kasih sayang-Nya padamu karena dia tahu bila kita masih berlanjut maka ada hal yang kurang sesuai nanti sebab itulah Alloh berbicara padamu dengan perantara yang menurut kita sangat meyakitkan, mungkin karena orang ke-3, perselingkuhan, restu orang tua, pasangan yg plin-plan, kecelakaan, kematiaan, aib terkuak atau apapun bentuknya itu berbanding dengan seberapa besar penganti atau derajat yang akan kita terima bila mau menyerah pada-Nya dalam catatan harus berusaha dulu. kedua - Alloh memang sedang memperhatikan seberapa besar pengakuan iman kita padanya, apakah dengan datang keadaan seperti ini kamu semakin yakin pada-Nya atau justru kamu semakin menyalahkan-Nya. Alloh SWT maha tahu apa yang akan terjadi, oleh itu Dia ingin menaikkan kelas, derajat, level, rezeki hamba-Nya melalui tes ujian. analognya " bila akan naik kelas seorang siswa harus mengerjakan soal ujian yg diberikan serta tidak mungkin soal tersebut melebihi pengetahuan yg belum diberikan pada kita, kalau kelas 1 pasti dapatnya soal kelas 1 dan seterusnya, tergantung pada kita apakah kita mau mengerjakan soal tadi (berusaha) atau hanya memandanginya (pasrah), dan tentu hasilnya berbeda bukan?"
  • bencana datang : gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, kebakaran dll. ALLOH SWT tidak memandang siapa yang ada disitu ketika dia menunjukan kekuasaannya, ALLOHU AKBAR begitu adilnya Alloh. banyak manusia protes ketika datang musibah tersebut, mengapa banyak orang baik yang menjadi korban, justru disitulah sebenarnya sang pencipta ingin menyelamatkan oeang - orang baik yang ada agar tidak tejerumus dalam hal yg tercela. dan yakinlah bahwa Alloh maha tahu mana hamba - hamba-Nya yang benar dan salah.
 yang terbaik adalah mencoba mengerti apa sih yang sebenarnya Alloh inginkan dari kita, tidak mudah memang dan semua butuh latihan serta waktu. adapun Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan pada kita bahwa ketika engkau dihampiri oleh cobaan maka lakukan usaha lalu berdoa istilahnya ihktiar lalu tawakkal pada Alloh...kalau semua hikmah dan pahala itu tampak mata maka tidak ada kehidupan ini,sebab itu semua rahasia selalu tertutu, hanya bagi orang - orang yang diijikan-Nya yang mampu melihat.
usahakan ketika kasih syang Alloh itu datang padamu maka hal pertama yang mesti kita lakukan adalah berfikir yang baik pada_Nya. ingat hadist qursy : " sesungguhnya aku menuruti prasangka hambaku, bila ia datang dengan berjalan maka aku (Alloh) datang padanya dengan berlari ...." kebenaran yang kita yakini merupakan bentuk prasangka baik pada sang penguasa alam raya ini yaitu ALLOH SWT.
"MENYERAHLAH UNTUK MENANG"

Jumat, 02 Oktober 2009

Renungan seorang ayah (orang tua)

http://www.teamtujuh.blogspot.com/

surat ayah untuk anak
Dengarlah, anakku : aku mengatakan ini, sementara engkau tidur di ranjang, dengan tangan dikepalkan di bawah kepalamu, dengan rambutmu yang musak-musik. Beberapa detik yang lalu, saya asyik membaca Koran dikamar tengah, ketika timbul perasaan menyesal dalam hatiku
Inilah yang teringat dalam hatiku, nak ; aku kurang manis dan baik terhadapmu. Aku membentak dan menghukum engkau ketika engakau berpakaian mau pergi sekolah, karena engkau hanya menyeka mukamu belaka. Aku membentak engkau ketika ingin keluar rumah dengan sepatu kotor, saya marah padamu, ketika engkau menjatuhkan bukumu di tanah.
Ketika sarapan, aku banyak mengecam engkau. Roti kau jatuhkan, kau telah memakannya seenak-enakmu saja. Sikumu kau letakkan di meja kau oleskan mentega terlalu tebal di atas roti.
Dan ketika engkau pergi sekolah engkau lambaikan tanganmu “selamat tinggal, pak” maka aku merengut dan menjawab : “jalanlah agak lebih tegak”
Sore ini, sama saja saya ulangi dari mula. Ketika aku masuk di lorong, saya melihat kau berlutut sambil main gundu. Kaosmu bolong-bolong. Aku menghina kau didepan kawan – kawanmu dan menyuruhmu pulang “kaos itu mahal! Jika engkau harus membeli sendiri pasti engkau akan lebih berhati – hati” aku mengatakan itu didepan anak-anak lainnya.
Dan masih engkau ingat, bagaimana engkau masuk ke dalam rumah, sementara aku membaca Koran dan engkau agak malu-malu?ketika aku memandangmu dengan muka agak muram, karena engkau mengganggu aku, maka engkau agak ragu-ragu berdiri diambang pintu dan aku berkata “mau apa lagi engkau”
Engkau tak berkata apa-apa, akan tetapi sekonyong-konyong engkau mendekatiku, memeluk leherku dan menciumku. Dan tanganmu memelukku erat-erat dengan kemesraan dan cinta yang tuhan perkembangkan dalam hatimu; rasa kasih saying yang tidak susut, meskipun telah kuabaikan. Kemudian engkau segera pergi lari sambil meloncat-loncat.
Nah, anakku, tak lama kemudian Koran terlepas dari tanganku dan ada rasa cemas meliputi diriku. Apakah yang membuat saya demikian? Tak lain, kebiasaan untuk mencari-cari kesalahan dan mengecam
Aku mengecam dan mengomel, bukan berarti aku tidak sayang kepadamu. Tapi karena aku mengharapkan terlalu banyak darimu yang masih kecil itu, aku mengukurmu dengan ukuran yang seharusnya dipakai pada orang yang seumur aku.
Ada banyak hal yang baik, benar dan bagus dalam watak tabiatmu, hatimu yang kecil itu, sungguh sangat besar. Engkau menunjukkan kebesarn hatimu, terbukti engkau menghampiriku dan memberi ciuman begitu mesra. Malam ini biarlah nak. Aku sekarang dalam gelap malam hari menghampirimu dan aku berlutut, malu pada diriku sendiri.
Ini adalah pertobatan dan penyesalan yang lemah belaka, da aku yakin engkau tidak

(by picture : yusuf.blogspot)
menggerti seandainya kuterangkan semua ini padamu waktu engkau terjaga (bangun). Akan tetapi besok aku akan menjadi ayah baik bagimu, aku akan menjadi kawan sejatimu dan ikut menderita kalau engkau menderita, tertawa kalau engkau tertawa.
Aku menggigit lidahku, kalau aku ingin mengucapkan sesuatu perkataan yang tidak enak, aku setiap waktu akan berkata kepada diri sendiri; “ia adalah anak kecil, anak yang masih sangat kecil”
Aku tahu telah menilai engkau seolah-olah engkau itu sudah dewasa dan besar. Akan tetapi aku tahu sekarang, nak. Sementara engkau letih berbaring di ranjang, bahwa engkau masih seorang bayi belaka. kemarin engkau masih digendong oleh ibumu, kepalamu bersandar di bahunya, aku sungguh mengharapkan terlalu banyak darimu, terlalu banyak.


Sabtu, 27 Juni 2009

michael jackson dan pekanbaru

kita pasti mengenal seorang megastar pop dunia yg telah berubah bentukx. ya...michael jackson adalah salah satu penyanyi yg menjadi legend bagi dunia musik khususnya. pada saat dia dinyatakan telah meninggalkan dunia maka semua mata terfokus ke padanya...banyak diantara penggemar tidak percaya akan berita kematiaan tersebut, apa hubunganx dengan pekanbaru...jadi pada saat si penyanyi tersebut off kebetulan saya berada di kota pekanbaru. dan pada saat itu pekan baru sedang memperingati hari jadinya yg ke berapa...(lupa) pekanbaru sedang dalam kondisi yg ramai oleh beberapa tamu dari seluruh indonesia...yaitu para walikota seluruh indonesia sedang mengadakan rapat di kota tersebut...pekanbaru merupakan kota yg bagus, disana-sini bangunan megah berdiri dengan arsitektur berbeda, misal gedung perpustakaan, kantor pelayanan satu atap pemerintahan, kantor gubenur jalan - jalan ramai, hotel2 menjamur karena mendekati PON thn 2012 di kota tersebut...tapi suhu panas serta kabut asap pada pagi hari jelas sekali bisa kita nikmati bersama....lhaa meninggalx bareng.

Jumat, 05 Juni 2009

adegan gadis smu

foto yg ndak benar ini sangat tak pantas di nikmati
jika masih bersekolah smp-smu-mahasiswa berhati -hatilah

ini diambil secara tak sengaja aja,.....mulailah berfikir yg smart...bahwa kadang semua bisa berubah...jangan ambil resiko dengan mudah memberikan semua pada orang lain yg bukan menjadi bagian hidup kita....

Kamis, 28 Mei 2009

Ponpes ITTAQU to jiwa - jiwa yg tenang

perjalanan hidupku hampir 80% ditempa di yayasan ITTAQU - Surabaya. yang membuatku berbagga sampai saat ini adalah betapa hebat sebuah yayasan yang mampu mendidik serta mengarahkan personality mengatur balance dunia dan alam setelahnya....beliau yang selalu saya hormati dan sebagai orang tua waliku yg sudah seperti orang tua kami sendiri, KH.Abdul Qohar Muzakkir merupakan sosok ulama yg sederhana. tidak pernah beliau mengeluh akan kondisi yg dihadapi oleh keluarga besar Ittaqu dan Bani Ya'qub...selalu yg keluar dari fatwanya adalah "Alloh yang mengatur semua-Nya". beliau tidak pernah mau diekspos oleh khalayak ramai. waktu presiden RI waktu itu (Megawati Soekarno Putri) berkunjung ke pesantren dan panti asuhan yg diasuhnya tersebut, ada beberapa pejabat bertanya " dimana kamar pak kyai tidur? kalau ndak salah yg bertanya Taufiq Kemas, maka kami tunjukan dimana ruangan bapak (sebutan un KH.A.Q Muzakkir) biasanya istirahat...dengan sedikit raut wajah tak percaya pak Taufik K, bertanya ulang...pak kyai istirahatnya disini "tanya penuh ketidakyakinan suami presiden itu, karena ruangan yg berukuran sempit serta perabotan yg jauh di atas layak bagi ukuran seorang pemimpin itulah membuat pak Taufiq bertanya...... benar pak, memang ini tempat biasa yg digunakan Bapak Kyai...kesederhanaan Bapak Kyai kami yg rela menerima pemberian dari ALLOH SWT (istilahnya Qona'ah) tanpa banyak berkeluh mengispirasi kami semua yg diasuhnya.
sebagai seorang ulama besar dengan jiwa besar pula, beliau dengan keikhlasan membimbing kami pada paradigma hidup sederhana dan cukup.....(cukup Alloh yg jadi teman Curhat-Nya). ada sebuah metode yg beliau gunakan apabila bermaksud mengajarkan sesuatu hal kepada kami, salah satunya...beliau akan selalu bertanya (konfirmasi) terlebih dahulu kepada kami (baik anak kecil at dewasa) dengan bahasa yg sesuai umur yg ditanya..."lagi ada kerjaan tidak?...bila jwban ada, maka beliau pun menunggu sampai yg tanya beres tugasnya...
kami selalu diingatkan untuk diusahakan jangan pernah meninggalkan membaca 'LAKOTJA" setelah setiap sholat....saya secara pribadi berterima kasih pada Bapak (KH.Abdul Qohar Muzakkir) dan Ibu Siti Rahayu Muzakkir yg dengan sepenuh jiwa membesarkan kami, kami putra - putri mu yang belum bisa membalas semua keikhlasan beliau - beliau. kami selalu ingat pesan beliau jadilah orang yg memberi manfaat pada orang lain...maka hanya dengan jalan itulah kita akan bisa menjadi "HAMBA dgn JIWA -JIWA yang TENANG" -------- "jangan berharap akan jasa dan pujian dari orang lain tatkala kita memberi"
bila ada waktu silahkan bersilaturrahmi ke Ponpes Ittaqu di Menanggal 4 gg. moris no 7. Gayungan - Surabaya - Jatim...pengasuh KH.Abdul Qohar Muzakkir.

Jumat, 22 Mei 2009

Mengapa ada AGAMA

suatu ketika ada seorang bertanya kepada bapaknya,"bapak mengapa kita harus beragama selama hidup ini?"...sesaat sang bapak terdiam, oh anakmu belum waktunya kamu mengetahuinya sekarang, kelak kamu akan tahu alasannya mengapa kita harus punya agama. setelah anak itu dewasa ia terus mencari jawapan dari pertayaan yg pernah ia ajukan 24 tahun yg lalu...tapi tak seorang pun mampu memberikan jawaban yg menentramkan jiwa. terdengarlah seorang alim yg termahsyur keilmuan agamanya...dengan penuh harap, sang pemuda datang ke pada sang alim tadi..sambil bertanya " tuanku yg alim, sekiranya anda bisa memberiku jawaban atas pertayaan ini, "silahkan wahai hamba Alloh yg diRahmati. jawab sang alim. manusia tercipta lalu hidup di dunia dengan berbagai cerita hidupnya, akan tetapi mengapa kita diharuskan memilih agama dalam menjalani hidup, padahal meski tanpa agama manusia akan hidup damai?..duhai..anakku, marilah ikut denganku, sang alim mengajak pemuda tadi berjalan menyusuri persawahan menuju jalan raya ramai, setelah samapai di perempatan jalan yg ada traffic lalu lintas. kemudian sang alim duduk di sebuah kursi panjang sisi sebelah timur dari lampu merah tersebut, wahai anakku..duduklah sini "sambil menyilahkan pemuda duduk. disinilah kamu akan mendapat jawaban pertayaan yg telah kamu binggungkan selama hidupmu...pemuda itu merasa heran dengan cara sang alim menjawab pertayaan, tidak seperti biasanya yg dilakukan pemuka agama lain..dengan diskusi dan pengampunan dosa bahkan ada yg mengutuk pertayaannya itu.
lihat jalan yg ke arah timur itu" sambil menunjuk" sang ahli berkata ' anakku, bisa kamu bayangkan jika lampu lalu lintas itu tidak ada diperempatan jalan? dengan tegas pemuda menjawab "pasti semua orang akan berebut untuk tidak mau mengalah lewat dan tentunya akan terjadi kemacetan total...kamu tahu siapa yg membuat aturan, bila lampu merah artinya berhenti, hijau berarti jalan dan kuning mengingatkan bersiap - siap, lamjut pertayaan dari sang alim. pemuda itu pun menjawab " pasti departemen terkait yg membuatnya, yaitu pihak polisi. menurutmu anakku mengapa polisi membuat aturan lalu lintas dijalan - jalan, kata sang alim. tanpa pikir panjang sang pemuda pun menjawab "agar terciptanya keteraturan, kebersamaan,keselamatan dan penghormatan...nah anakku sekarang pertayaanmu telah engkau jawab sendiri.....lihatlah betapa Agung-Nya ALLOH SWT membuat suatu aturan yg membuat mahluk hidup didunia penuh ketenangan, damai dan keteraturan melalui agama-Nya. apa jadinya bila agama tersebut tidak kita gunakan dalam hidup ini...pastinya akan seperti seorang yg melanggar lampu merah, Tuhan kita amat sangat menyayangi hambanya...dan sekarang semua diserahkan pada hamba itu...mau mengikuti aturan atau diluar aturan tersebut.
bebarapa saat pemuda itu terdiam menyelami makna yg diberikan oleh sang alim, dan sekarang mengertilah mengapa Agama (yg berisi pesan aturan) itu diturunkan ke dunia...semua agama sama pesan yg ingin disampaikannya...tapi mengapa banyak manusia berfikir bahwa agama hanya akan membatasi gerak langkahnya...dan seandainya peraturan lalu lintas tidak ada di jalan, maka apa yg akan terjadi setiap detiknya dijalan tersebu......
bagaimana dengan anda, apakah sudah paham mengapa anda BERAGAMA?